{"id":3239,"date":"2023-08-17T04:08:18","date_gmt":"2023-08-17T04:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/?p=3239"},"modified":"2023-08-17T04:08:18","modified_gmt":"2023-08-17T04:08:18","slug":"lagu-wajib-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/","title":{"rendered":"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya"},"content":{"rendered":"<p>Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Melalui melodi yang merdu dan lirik penuh makna, lagu-lagu ini mampu membangkitkan jiwa nasionalis para pendengarnya.<\/p>\n<p>Dari gambaran keindahan alam hingga perjuangan para pahlawan, setiap lagu wajib nasional membawa cerita yang memelihara semangat kebersamaan dalam masyarakat. Nah, spesial Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, berikut ini adalah beberapa lagu wajib nasional paling populer versi <a href=\"https:\/\/instagram.com\/dewatiket.id\">Dewa Tiket<\/a> yang harus kamu ketahui.<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/promo-merdeka50\/\">Diskon 50%! Yuk, Serbu Promo MERDEKA50 Dewa 19 All Stars Bandung!<\/a><\/p>\n<h2>Lagu Wajib Nasional<\/h2>\n<p>Lagu wajib nasional adalah lagu berbahasa dengan syair yang mencakup berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia. Penciptaan lagu-lagu ini timbul dari latar belakang masa perjuangan dan masa kemerdekaan Indonesia. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.<\/p>\n<h3>1. Ibu Kita Kartini<\/h3>\n<p>Pencipta: Wage Rudolf Soepratman<\/p>\n<p>Lagu Wajib Nasional pertama adalah \u201cIbu Kita Kartini\u201d karya Wage Rudolf Soepratman. Lagu ini diciptakan untuk mengenang perjuangan R. A Kartini selama hidupnya dan kerap digunakan sebagai lagu untuk memperjuangan emansipasi wanita.<\/p>\n<p>Makna lagu ini menggambarkan perjuangan kartinni dalam memperjuangkan pendidikan yang setara bagi para perempuan di masa penjajahan. Berikut ini adalah lirik lengkapnya:<\/p>\n<p>Berikut adalah lirik Bagimu Negeri:<\/p>\n<p><em>Ibu kita kartini<\/em><br \/>\n<em>Putri sejati<\/em><br \/>\n<em>Putri Indonesia<\/em><br \/>\n<em>Harum namanya<\/em><\/p>\n<p><em>Ibu kita kartini<\/em><br \/>\n<em>Pendekar bangsa<\/em><br \/>\n<em>Pendekar kaumnya<\/em><br \/>\n<em>Untuk merdeka<\/em><\/p>\n<p><em>Reff:<\/em><br \/>\n<em>Wahai ibu kita kartini<\/em><br \/>\n<em>Putri yang mulia<\/em><br \/>\n<em>Sungguh besar cita-citanya<\/em><br \/>\n<em>Bagi Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Ibu kita kartini<\/em><br \/>\n<em>Putri jauh hari<\/em><br \/>\n<em>Putri yang berjasa<\/em><br \/>\n<em>Se Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Reff:<\/em><br \/>\n<em>Wahai ibu kita kartini<\/em><br \/>\n<em>Putri yang mulia<\/em><br \/>\n<em>Sungguh besar cita-citanya<\/em><br \/>\n<em>Bagi Indonesia<\/em><\/p>\n<p><span style=\"color: #111111; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 22px;\">2. Bangun Pemudi Pemuda<\/span><\/p>\n<p>Pencipta: Alfred Simanjuntak<\/p>\n<p>Lagu Wajib Nasional yang selanjutnya adalah \u201cBangun Pemudi Pemuda\u201d karya karya Alfred Simanjuntak. Lagu ini diciptakan pada tahun 1943 dan hingga kini terus dikumandangkan pada setiap perayaan Kemerdekaan RI 17 Agustus dan Sumpah Pemuda 28 Oktober.<\/p>\n<p>Makna lagu \u201cBangun Pemudi Pemuda\u201d adalah harapan untuk pemudi dan pemuda Indonesia agar selalu semangat, rajin belajar, kuat, dan menjadi anak muda yang tangguh. Pesan ini mendorong para pemudi dan pemuda untuk bekerja keras demi masa depan bangsa. Berikut ini adalah lirik lagunya:<\/p>\n<p><em>Bangun pemudi pemuda Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Lengan bajumu singsingkan untuk negara<\/em><\/p>\n<p><em>Masa yang akan datang kewajibanmu lah<\/em><\/p>\n<p><em>Menjadi tanggunganmu terhadap nusa<\/em><\/p>\n<p><em>Menjadi tanggunganmu terhadap nusa<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas<\/em><\/p>\n<p><em>Tak usah banyak bicara trus kerja keras<\/em><\/p>\n<p><em>Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih<\/em><\/p>\n<p><em>Bertingkah laku halus hai putra negri<\/em><\/p>\n<p><em>Bertingkah laku halus hai putra negri<\/em><\/p>\n<h3>3. Rayuan Pulau Kelapa<\/h3>\n<p>Pencipta: Ismail Marzuki<\/p>\n<p>Lagu Wajib Nasional yang selanjutnya adalah \u201cRayuan Pulau Kelapa\u201d karya Ismail Marzuki. Lagu ini menjadi favorit para ekspatriat yang harus pergi ke luar negeri untuk berbagai urusan seperti mengenyam pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>Makna lagu ini mengungkapkan keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya. Hal tersebut tercermin dalam liriknya berikut:<\/p>\n<p><em>Tanah airku Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Negeri elok amat kucinta<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah tumpah darahku yang mulia<\/em><\/p>\n<p><em>Yang kupuja sepanjang masa<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah airku aman dan makmur<\/em><\/p>\n<p><em>Pulau kelapa yang amat subur<\/em><\/p>\n<p><em>Pulau melati pujaan bangsa<\/em><\/p>\n<p><em>Sejak dulu kala<\/em><\/p>\n<p>Refrain<\/p>\n<p><em>Melambai-lambai nyiur di pantai<\/em><\/p>\n<p><em>Berbisik-bisik Raja Kelana<\/em><\/p>\n<p><em>Memuja pulau nan indah permai<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah airku, Indonesia<\/em><\/p>\n<h3>4. Berkibarlah Benderaku<\/h3>\n<p>Pencipta: Ibu Sud<\/p>\n<p>Masih menjadi salah satu karya dari Ibu Sud, Lagu Wajib Nasional yang selanjutnya adalah \u201cBerkibarlah Benderaku\u201d yang diciptakan pada tahun 1947. Dalam menciptakan lagu ini, Ibu Sud dibantu oleh Joesoef Ronodipoero yang pada saat itu menjadi pimpinan Radio Republik Indonesia (RRI).<\/p>\n<p>Lagu \u201cBerkibarlah Benderaku\u201d terinspirasi oleh berbagai peristiwa perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti Proklamasi Kemerdekaan serta keberanian para pemuda untuk tetap mengibarkan bendera Merah Putih di bawah ancaman militer Jepang dan Belanda. Lirik lagunya adalah seperti berikut ini:<\/p>\n<p><em>Berkibarlah benderaku<\/em><\/p>\n<p><em>Lambang suci gagah perwira<\/em><\/p>\n<p><em>Di seluruh pantai Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Kau tetap pujaan bangsa<\/em><\/p>\n<p><em>Siapa berani menurunkan engkau<\/em><\/p>\n<p><em>Serentak rakyatmu membela<\/em><\/p>\n<p><em>Sang merah putih yang perwira<\/em><\/p>\n<p><em>Berkibarlah Slama-lamanya<\/em><\/p>\n<p><em>Kami rakyat Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Bersedia setiap masa<\/em><\/p>\n<p><em>Mencurahkan segenap tenaga<\/em><\/p>\n<p><em>Supaya kau tetap cemerlang<\/em><\/p>\n<p><em>Tak goyang jiwaku menahan rintangan<\/em><\/p>\n<p><em>Tak gentar rakyatmu berkorban<\/em><\/p>\n<p><em>Sang merah putih yang perwira<\/em><\/p>\n<p><em>Berkibarlah Slama-lamanya<\/em><\/p>\n<h3>5. Dari Sabang Sampai Merauke<\/h3>\n<p>Pencipta: R. Suharjo<\/p>\n<p>Lagu Wajib Nasional yang selanjutnya adalah \u201cDari Sabang Sampai Merauke\u201d karya R. Suharjo. Lagu ini menggambarkan keberagaman yang ada dari Sabang hingga Merauke dan menjadikannya sebagai satu kesatuan, yakni Indonesia.<\/p>\n<p>Lagu \u201cDari Sabang Sampai Merauke\u201d mengandung makna bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang luas. Meskipun wilayahnya dihiasi oleh berbagai pulau dengan perbedaan budaya, suku, agama, dan ras, semuanya bersatu sebagai kesatuan. Lirik lagunya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p><em>Dari sabang sampai merauke<\/em><\/p>\n<p><em>Berjajar pulau pulau<\/em><\/p>\n<p><em>Sambung menyambung menjadi satu<\/em><\/p>\n<p><em>Itulah indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia tanah airku<\/em><\/p>\n<p><em>Aku berjanji padamu<\/em><\/p>\n<p><em>Menjunjung tanah airku<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah airku indonesia<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Dari sabang sampai merauke<\/em><\/p>\n<p><em>Berjajar pulau pulau<\/em><\/p>\n<p><em>Sambung menyambung menjadi satu<\/em><\/p>\n<p><em>Itulah indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia tanah airku<\/em><\/p>\n<p><em>Aku berjanji padamu<\/em><\/p>\n<p><em>Menjunjung tanah airku<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah airku indonesia<\/em><\/p>\n<h3>6. Gugur Bunga<\/h3>\n<p>Pencipta: Ismail Marzuki<\/p>\n<p>Di urutan keenam, lagu wajib nasional yang selanjutnya adalah \u201cGugur Bunga\u201d karya <a href=\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/7-daftar-komposer-legendaris-indonesia-yang-wajib-kamu-ketahui\/\">komponis legendaris Indonesia<\/a>, Ismail Marzuki. Lagu ini ia ciptakan pada tahun 1945 untuk menghormati para Tentara Republik Indonesia yang gugur selama Revolusi Nasional Indonesia.<\/p>\n<p>Lirik lagu \u201cGugur Bunga\u201d mencerminkan kesedihan atas kehilangan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa mereka untuk masa depan bangsa. Namun, seiring berjalannya waktu, makna lagu \u201cGugur Bunga\u201d menjadi semakin luas.<\/p>\n<p>Pahlawan yang dihormati dalam lagu ini tidak hanya terbatas pada mereka yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, melainkan juga mereka yang berjuang demi kemajuan bangsa. Lirik lengkapnya adalah seperti berikut ini:<\/p>\n<p><em>Betapa hatiku takkan pilu<\/em><\/p>\n<p><em>Telah gugur pahlawanku<\/em><\/p>\n<p><em>Betapa hatiku takkan sedih<\/em><\/p>\n<p><em>Hamba ditinggal sendiri<\/em><\/p>\n<p><em>Siapakah kini pelipur lara<\/em><\/p>\n<p><em>Nan setia dan perwira<\/em><\/p>\n<p><em>Siapakah kini pahlawan hati<\/em><\/p>\n<p><em>Pembela bangsa sejati<\/em><\/p>\n<p><em>Reff:<\/em><\/p>\n<p><em>Telah gugur pahlawanku<\/em><\/p>\n<p><em>Tunai sudah janji bakti<\/em><\/p>\n<p><em>Gugur satu tumbuh seribu<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah air jaya sakti<\/em><\/p>\n<p><em>Gugur bungaku di taman bakti<\/em><\/p>\n<p><em>Di haribaan pertiwi<\/em><\/p>\n<p><em>Harum semerbak menambahkan sari<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah air jaya sakti<\/em><\/p>\n<h3>7. Halo, Halo Bandung<\/h3>\n<p>Pencipta: Ismail Marzuki<\/p>\n<p>Masih merupakan karya dari Ismail Marzuki, lagu wajib nasional yang paling populer selanjutnya adalah \u201cHalo, Halo Bandung\u201d. Lagu ini sangat legendaris dan populer hampir di seluruh pelajar dan masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Makna lagu \u201cHalo, Halo Bandung\u201d, menggambarkan semangat perjuangan rakyat kota Bandung khususnya dalam peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Lirik lagunya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p><em>Halo-halo Bandung<\/em><\/p>\n<p><em>Ibu kota Periangan<\/em><\/p>\n<p><em>Halo-halo Bandung<\/em><\/p>\n<p><em>Kota kenang-kenangan<\/em><\/p>\n<p><em>Sudah lama beta<\/em><\/p>\n<p><em>Tidak berjumpa dengan kau<\/em><\/p>\n<p><em>Sekarang telah menjadi lautan api<\/em><\/p>\n<p><em>Mari Bung rebut kembali.<\/em><\/p>\n<h3>8. Hari Merdeka<\/h3>\n<p>Pencipta: H. Mutahar<\/p>\n<p>Lagu Wajib Nasional selanjutnya dirilis setelah Indonesia Merdeka tepatnya pada tahun 1946. Lagu tersebut adalah \u201cHari Merdeka\u201d karya H. Mutahar yang juga sangat populer dinyanyikan ketika momen perayaan Kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Makna lagu ini adalah semangat perayaan kemerdekaan Indonesia setelah melalui perjuangan yang panjang. Lagu dengan tempo cepat ini juga selalu berhasil membakar semangat dan jiwa patriotik para pendengarnya. Hal itu bisa tergambar dari liriknya berikut ini:<\/p>\n<p><em>Tujuh belas agustus tahun empat lima<\/em><\/p>\n<p><em>Itulah hari kemerdekaan kita<\/em><\/p>\n<p><em>Hari merdeka nusa dan bangsa<\/em><\/p>\n<p><em>Hari lahirnya bangsa Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Merdeka<\/em><\/p>\n<p><em>Sekali merdeka tetap merdeka<\/em><\/p>\n<p><em>Selama hayat masih dikandung badan<\/em><\/p>\n<p><em>Kita tetap setia tetap sedia<\/em><\/p>\n<p><em>Mempertahankan Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Kita tetap setia tetap sedia<\/em><\/p>\n<p><em>Membela negara kita<\/em><\/p>\n<h3>9. Ibu Pertiwi<\/h3>\n<p>Pencipta: Ismail Marzuki\/Kamsidi Samsuddin<\/p>\n<p>Lagu wajib nasional selanjutnya adalah \u201cIbu Pertiwi\u201d yang judulnya merupakan bentuk personifikasi dari Indonesia atau Nusantara. Banyak yang mengatakan bahwa pencipta lagu ini adalah Ismail Marzuki, namun ada juga yang mengatakan bahwa Kamsidi Samsuddin penciptanya.<\/p>\n<p>Makna lagu \u201cIbu Pertiwi\u201d menggambarkan betapa kaya dan indahnya Indonesia namun kini sedang dilanda kesedihan. Sampai saat ini, lagu \u201cIbu Pertiwi\u201d terus dinyanyikan di sekolah-sekolah dasar hingga menengah sebagai sarana menumbuhkan jiwa patriotik. Lirik lagunya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p><em>Kulihat ibu pertiwi<\/em><\/p>\n<p><em>Sedang bersusah hati<\/em><\/p>\n<p><em>Air matanya berlinang<\/em><\/p>\n<p><em>Mas intannya terkenang<\/em><\/p>\n<p><em>Hutan gunung sawah lautan<\/em><\/p>\n<p><em>Simpanan kekayaan<\/em><\/p>\n<p><em>Kini ibu sedang susah<\/em><\/p>\n<p><em>Merintih dan berdoa<\/em><\/p>\n<p><em>Kulihat ibu pertiwi<\/em><\/p>\n<p><em>Kami datang berbakti<\/em><\/p>\n<p><em>Lihatlah putra-putrimu<\/em><\/p>\n<p><em>Menggembirakan ibu<\/em><\/p>\n<p><em>Ibu kami tetap cinta<\/em><\/p>\n<p><em>Putramu yang setia<\/em><\/p>\n<p><em>Menjaga harta pusaka<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk nusa dan bangsa<\/em><\/p>\n<h3>10. Indonesia Raya<\/h3>\n<p>Pencipta: Wage Rudolf Supratman<\/p>\n<p>Satu yang tidak boleh ketinggalan dari jajaran Lagu Wajib Nasional adalah \u201cIndonesia Raya\u201d karya Wage Rudolf Supratman. Lagu ini merupakan lagu kebangsaan Republik Indonesia yang sudah diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka tepatnya pada tahun 1924 lalu.<\/p>\n<p>Lagu \u201cIndonesia Raya\u201d punya makna rasa bangga karena telah memiliki tanah air Indonesia sepenuhnya. Hal tersebut tercermin dalam lirik lagunya seperti berikut ini:<\/p>\n<p><strong>Stanza I<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesia, tanah airku,<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah tumpah darahku,<\/em><\/p>\n<p><em>Di sanalah aku berdiri,<\/em><\/p>\n<p><em>Jadi pandu ibuku,<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia, kebangsaanku,<\/em><\/p>\n<p><em>Bangsa dan tanah airku,<\/em><\/p>\n<p><em>Marilah kita berseru,<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia bersatu,<\/em><\/p>\n<p><em>Hiduplah tanahku,<\/em><\/p>\n<p><em>Hiduplah negeriku,<\/em><\/p>\n<p><em>Bangsaku, rakyatku, semuanya,<\/em><\/p>\n<p><em>Bangunlah jiwanya,<\/em><\/p>\n<p><em>Bangunlah badannya,<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk Indonesia Raya.<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!<\/em><\/p>\n<p><em>Tanahku, negeriku yang kucinta<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!<\/em><\/p>\n<p><em>Hiduplah Indonesia Raya!<\/em><\/p>\n<p><strong>Stanza II<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesia, tanah yang mulia,<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah kita yang kaya,<\/em><\/p>\n<p><em>Di sanalah aku berdiri,<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk selama-lamanya,<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia, tanah pusaka,<\/em><\/p>\n<p><em>Pusaka kita semuanya,<\/em><\/p>\n<p><em>Marilah kita mendoa,<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia bahagia!<\/em><\/p>\n<p><em>Suburlah tanahnya,<\/em><\/p>\n<p><em>Suburlah jiwanya,<\/em><\/p>\n<p><em>Bangsanya, rakyatnya, semuanya<\/em><\/p>\n<p><em>Sadarlah hatinya,<\/em><\/p>\n<p><em>Sadarlah budinya,<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk Indonesia Raya.<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!<\/em><\/p>\n<p><em>Tanahku, negeriku yang kucinta<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!<\/em><\/p>\n<p><em>Hiduplah Indonesia Raya!<\/em><\/p>\n<p><strong>Stanza III<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesia, tanah yang suci,<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah kita yang sakti,<\/em><\/p>\n<p><em>Di sanalah aku berdiri,<\/em><\/p>\n<p><em>Menjaga ibu sejati,<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia, tanah berseri,<\/em><\/p>\n<p><em>Tanah yang aku sayangi,<\/em><\/p>\n<p><em>Marilah kita berjanji,<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia abadi!<\/em><\/p>\n<p><em>Selamatlah rakyatnya,<\/em><\/p>\n<p><em>Selamatlah putranya,<\/em><\/p>\n<p><em>Pulaunya, lautnya, semuanya,<\/em><\/p>\n<p><em>Majulah negerinya,<\/em><\/p>\n<p><em>Majulah pandunya,<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk Indonesia Raya.<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!<\/em><\/p>\n<p><em>Tanahku, negeriku yang kucinta<\/em><\/p>\n<p><em>Indonesia Raya, merdeka! Merdeka!<\/em><\/p>\n<p><em>Hiduplah Indonesia Raya!<\/em><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Nah, itu dia beberapa lagu wajib nasional paling populer, pencipta, dan juga maknanya yang harus banget kamu tahu. Supaya tidak lupa, lagu-lagu di atas bisa banget tuh kamu masukkan ke dalam playlist.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Jangan lupa juga, untuk urusan tiket konser musik serahkan sepenuhnya ke <a href=\"https:\/\/dewatiket.id\">dewatiket.id<\/a> yang bisa memberikan harga murah, mudah, dan cepat dari dalam genggaman sekarang juga!<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Melalui melodi yang merdu dan lirik penuh makna, lagu-lagu ini mampu membangkitkan jiwa nasionalis para pendengarnya. Dari gambaran keindahan alam hingga perjuangan para pahlawan, setiap lagu wajib nasional membawa cerita yang memelihara semangat kebersamaan dalam masyarakat. Nah, spesial Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, berikut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3240,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[328,198,202],"class_list":{"0":"post-3239","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-dewatiket-stories","8":"tag-lagu-indonesia","9":"tag-lagu-populer","10":"tag-rekomendasi-lagu"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya - Dewatiket<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Berikut ini adalah daftar paling populernya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya - Dewatiket\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Berikut ini adalah daftar paling populernya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewatiket\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-17T04:08:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim Dewatiket\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim Dewatiket\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tim Dewatiket\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/person\/e9e536a2a9477d40447c571baf086fd5\"},\"headline\":\"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya\",\"datePublished\":\"2023-08-17T04:08:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\"},\"wordCount\":1534,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg\",\"keywords\":[\"lagu indonesia\",\"lagu populer\",\"rekomendasi lagu\"],\"articleSection\":[\"Stories\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\",\"url\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\",\"name\":\"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya - Dewatiket\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-17T04:08:18+00:00\",\"description\":\"Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Berikut ini adalah daftar paling populernya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1280,\"caption\":\"Foto: Unsplash\/Mufid Majnun\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/\",\"name\":\"Dewatiket\",\"description\":\"Beli Tiket Konser Musik Favoritmu Hari Ini!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#organization\"},\"alternateName\":\"Dewatiket\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Dewatiket\",\"alternateName\":\"dewatiket.id\",\"url\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/LOGO-DEWA-TIKET.ID_.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/LOGO-DEWA-TIKET.ID_.png\",\"width\":2560,\"height\":362,\"caption\":\"Dewatiket\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/dewatiket.id\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/person\/e9e536a2a9477d40447c571baf086fd5\",\"name\":\"Tim Dewatiket\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d9c538933f5057ae1d3330cb7bbbbaf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d9c538933f5057ae1d3330cb7bbbbaf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tim Dewatiket\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/muhammad-syafii-nurullah\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya - Dewatiket","description":"Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Berikut ini adalah daftar paling populernya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya - Dewatiket","og_description":"Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Berikut ini adalah daftar paling populernya.","og_url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/","og_site_name":"Dewatiket","article_published_time":"2023-08-17T04:08:18+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1280,"url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tim Dewatiket","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tim Dewatiket","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/"},"author":{"name":"Tim Dewatiket","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/person\/e9e536a2a9477d40447c571baf086fd5"},"headline":"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya","datePublished":"2023-08-17T04:08:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/"},"wordCount":1534,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg","keywords":["lagu indonesia","lagu populer","rekomendasi lagu"],"articleSection":["Stories"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/","url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/","name":"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya - Dewatiket","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg","datePublished":"2023-08-17T04:08:18+00:00","description":"Lagu Wajib Nasional telah menjadi media pemersatu bangsa sejak dahulu kala. Berikut ini adalah daftar paling populernya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#primaryimage","url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg","contentUrl":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash.jpg","width":1920,"height":1280,"caption":"Foto: Unsplash\/Mufid Majnun"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/lagu-wajib-nasional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Lagu Wajib Nasional Paling Populer, Pencipta dan Liriknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/","name":"Dewatiket","description":"Beli Tiket Konser Musik Favoritmu Hari Ini!","publisher":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Dewatiket","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#organization","name":"Dewatiket","alternateName":"dewatiket.id","url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/LOGO-DEWA-TIKET.ID_.png","contentUrl":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/LOGO-DEWA-TIKET.ID_.png","width":2560,"height":362,"caption":"Dewatiket"},"image":{"@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/dewatiket.id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/person\/e9e536a2a9477d40447c571baf086fd5","name":"Tim Dewatiket","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d9c538933f5057ae1d3330cb7bbbbaf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d9c538933f5057ae1d3330cb7bbbbaf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tim Dewatiket"},"sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/muhammad-syafii-nurullah"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3239"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3241,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239\/revisions\/3241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dewatiket.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}